Jangan Bersedih Indonesiaku

Oleh Alfa RS.

Ah, kembali, kita harus perih melihat dan mendengar tragedi melanda bangsa ini. Banjir bandang, gempa bumi, tsunami, dan gunungpun meletus. Terlalu sedih jika harus mencatat jumlah jiwa korban bencana. Yang jelas, berapapun jumlah itu, semoga semuanya mendapat balasan yang setimpal dengan apa yang mereka perbuat dimasa hidupnya.

Semua itu akibat ulah manusia! Terlalu banyak dosa! Atau juga kesalahan-kesalahan yang lain. Ah, terlalu menghakimi. Menurut hemat penulis, janganlah mencari-cari siapa dan apanya yang salah. Toh pada akhirnya, ternyata kematian tidak bisa diprediksi. Benarkan?


Segala kejadian memilukan itu, alangkah baiknya jika hanya mengambil sisi positifnya. Bencana itu mengingatkan akan satu hal, misteri kematian.

Baik percaya atau tidak dengan kehidupan setelah mati, yang jelas, seperti yang telah terjadi selama ini, kematian pastilah datang pada sesuatu yang bernyawa. Atau, mungkinkah penulis belum membaca ada makhluk bernyawa yang tidak mati? Jika ada, tolong sebutkan.

Seperti yang telah penulis singgung di atas, kematian tidak dapat diprediksi, maka sudah barang tentu kita terfokus pada persiapan. Persiapan ini bukan hanya pada siapkah kita mati, tapi penting juga pada mereka yang ditinggalkan. Siapkan istri, anak, suami, orang tua, keluarga ketika harus berpisah dengan orang yang dikasihinya? Karena, masih banyak yang tidak siap jika keluarganya tiada. Tidak sedikit yang mempunyai anggapan bahwa yang namanya makhluk bernyawa, suatu saat akan sirna.

Lantas, apa yang harus kita persiapkan? Ah, terlalu menghakimi jika penulis yang berkomentar. Karena nurani masing-masing tentu lebih tau. Tanyalah pada nurani Anda. Semoga dengan itu kita mampu menjadi makhluk bernyawa yang siap menyambut kematian.#
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post